Kamis, 23 Oktober 2014

PDIP Curiga Pihak Asing Bermain di Pemilu 2014

JAKARTA, PedomanNEWS - Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) mencurigai kinerja Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI di dalam melaksanakan tahapan pemilu 2014.

Menurut Anggota Komisi II Fraksi PDIP, Arif Wibowo terlibatnya IFES dalam sistem informasi partai politik telah mencedrai rasa kebangsaan sebagai negara yang bebas dari intervensi negara asing.

"Ya saya kira siapapun akan curiga ya apa lagi dengan keterlibatan asing dalamnya. Yang mana mandat dari konstitusi UU spiritnya adalah tidak boleh untuk urusan kepemiluan bekerjasama dengan asing," ujarnya seusai menggugat ke Bawaslu RI, Jl. MH Thamrin, Jakarta, Senin (29/10).

Seharusnya, kedudukan IFES sebagai organisasi pemantau bukan sebagai tim teknis di dalam pelaksanaan Pemilu. "Karena itu dalam UU juga kita atur, kita tempatkan dimana, ya sebagai pemantau pemilu," tandas Arif.

Ia juga menegaskan agar KPU segera memutuskan kerjasama dengan lembaga IFES sehingga, kecurigaan pihak luar terhadap instrumen pemilu itu bisa hilang.

"Tidak lebih dari itu karena itu jika pelanggaran ini terus dilakukan maka memang kami menduga keras bahwa ada suatu skenario ke depan apalagi sekarang kita lagi telusuri keterlibatan IFES di status 35 negara".

Ia pun melanjutkan, "Soalnya dengan setiap kali IFES terlibat, apakah sekedar pemilunya berlangsung demokratis atau ada kepentingan politik tertentu di balik itu. Misalnya barangkali jika IFES terlibat presiden yang akan lahir modelnya akan seperti ini, orientasi politiknya seperti ini, dan lain sebagainya," tutur Arif. 

Yoseph Dionisius

Berita Lainnya