Korupsi & HAM

KPK Kembali Periksa Mantan Bendahara Korlantas

JAKARTA, PedomanNEWS - Komisi Pemberantasan Korupsi kembali memeriksa Kompol Legimo Pudjo Sumarto sebagai saksi terkait kasus dugaan korupsi proyek pengadaan Simulator SIM di Korps Lalu Lintas (Korlantas).

Mengenakan batik hijau bercorak, mantan Bendahara Korlantas itu enggan memberikan banyak komentar meski dicecar soal tudingan dirinya yang memberikan uang untuk anggota DPR RI guna muluskan proyek Simulator SIM.

Kepala Bagian Pemberitaan dan Informasi KPK, Priharsa Nugraha mengatakan jika Legimo diperiksa sebagai saksi untuk tersangka Budi Santoso. "Yang bersangkutan diperiksa sebagai saksi untuk BS," ujar Kabag Pemberitaan KPK, Priharsa Nugraha, Rabu (22/5).

Add a comment

Read more...

Machfud Datang ke KPK untuk Diskusi Soal Korupsi Secara Global

JAKARTA, PedomanNEWS - Machfud MD tampak menyambangi gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) itu mengaku datang hanya ingin bertukar pikiran dengan salah satu pimpinan KPK terkait pemberantasan korupsi secara umum.

"Saya ingin bertukar pikiran aja dengan KPK mengenai pemberantasan korupsi umum," kata Machfud saat tiba di KPK, Jakarta, Selasa (21/5). 

Add a comment

Read more...

KPK Impoten Ya Mas Boy?

JAKARTA, PedomanNEWS - Sejumlah waria siang ini mendatangi gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Mereka datang untuk mendukung penanganan pemberantasan korupsi lembaga yang dipimpin oleh Abraham Samad itu.

Mereka menamakan diri sebagai AWAK (Aliansi Waria Anti Korupsi). Massa aksi yang didominasi oleh waria ini tiba di KPK sekitar pukul 11.00 WIB. Dengan membawa spanduk bertuliskan "AWAK (aliansi waria anti korupsi) KPK telah kehilangan birahi dan keperkasaan ketika berhadapan dengan Istana beserta raja dan putra mahkotanya!!! Tuntaskan kasus Century, Hambalang, BLBI, dll., massa aksi menuntut KPK untuk bertindak tegas.

Add a comment

Read more...

Teman Wanita Ahmad Fathanah Kembalikan uang Rp400 Juta ke KPK

JAKARTA, PedomanNEWS - Tri Kurnia Puspita harus mengembalikan uang sebesar Rp 400 juta ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Uang yang diduga pemberian dari orang dekat Luthfi Hasan Ishaaq dalam kasus tindak pidana pencucian uang (TPPU) pengurusan kuota impor daging sapi di Kementerian Pertanian (Kementan) itu pun telah dikembalikan hari ini, Senin (20/5).

"Tadi memang ada info, menurut penyidik Mba Tri Kurnia mengembalikan uang sebesar Rp 400 juta," ujar Juru Bicara KPK, Johan Budi di kantornya. Uang tersebut, kata Johan, merupakan lanjutan dari pemeriksaan sebelumnya yang dijalani Tri Kurnia untuk mengembalikan uang tersebut sebagai salah satu bukti pencucian uang Ahmad Fathanah. 

Add a comment

Read more...

KPK Diminta Adil Dalam Kasus Pajak PT. The Master Steel Manufactary

JAKARTA, PedomanNEWS - Tito Hananta Kusuma, Kuasa Hukum dua tersangka kasus pajak dari PT The Master Steel Manufactary, Jakarta Timur, mengatakan kliennya yang ditangkap Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) merupakan korban dari pemerasan oleh oknum Ditjen Pajak.

"Kami manajemen PT. The Master Steel Manufactory telah dipaksa oleh oknum pegawai Ditjen Pajak untuk memberikan sejumlah uang dengan ancaman akan dijadikan terdakwa dalam perkara tindak pidana perpajakan yang sedang dalam proses penyidikan oleh Dirjen Pajak," papar Tito, di gedung KPK, Senin (20/5). 

Add a comment

Read more...

KPK Cecar Jazuli Soal Mekanisme Struktur PKS

JAKARTA, PedomanNEWS - Politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Jazuli Juwaini usai diperiksa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Ia mengatakan, dalam pemeriksaan itu dirinya dicecar seputar mekanisme hierarkis kepengurusan partai.

"Oke begini, kemaren itu kan KPK habis silaturahim ke DPP PKS, maka saya ke sini menjelaskan itu (mekanisme struktur PKS)," ujarnya di kantor KPK, Jakarta, Senin (20/5). 

Add a comment

Read more...

Dada Rosada Mengaku Ada Agenda Lain Saat Penggeledahan KPK

JAKARTA, PedomanNEWS - Walikota Bandung, Dada Rosada membantah dirinya menghilang saat Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan penggeledahan kediaman dan rumah dinasnya pada Jum'at pekan lalu.

"Nggak (menghilang), ada acara di tempat lain," ujar Dada saat tiba di KPK, Jakarta, Senin (20/5).

Dada yang mengenakan kemeja putih garis-garis dan kacamata itu tiba di gedung KPK sekitar pukul 09.10 WIB. Ia enggan berkomentar ketika ditanyakan mengenai uang suap terhadap hakim Setyabudi Tejocahyono itu hasil patungan dari setiap kepala dinas. 

Add a comment

Read more...

Kasus Aiptu LS, Priyo: Percayakan Saja pada Polri

altJAKARTA, PedomanNEWS - Wakil Ketua DPR RI, Priyo Budi Santoso turut terkejut mengetahui ada seorang Polisi berpangkat Aiptu memiliki transaksi keuangan hingga Rp1,5 triliun. Hal itu disampaikannya di gedung Parlemen, Senayan, Jakarta.

"Saya kaget ya ada Polisi berpangkat Aiptu LS (Labora Sitorus) di Papua, mempunyai transaksi uang yang demikian besar dan hampir tidak masuk di akal untuk ukuran sebagai prajurit Polri. Kalau dia pungusaha, ya wajar-wajar saja, tetapi sebaiknya mundur saja dari Polri sejak dulu," kata politikus Golkar, Jumat (17/5).

Priyo juga menghimbau agar proses hukum dipercayakan dan dituntaskan oleh Polri. Hal itu disampaikan Priyo dalam rangka menanggapi wacana yang menginginkan agar Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengambil alih penuntasan kasus, tujuannya agar profesional.

Add a comment

Read more...

Hadir di Pengadilan Tipikor, HNW: PKS Dukung Suswono Beri Keterangan yang Diperlukan

altJAKARTA, PedomanNEWS - Harapan Ketua Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Hidayat Nur Wahid agar Menteri Pertanian Suswono hadir di Pengadilan Tipikor, hari ini (17/5) terjawab sudah. Turun dari mobil Mitsubishi Pajero hitam, Suswono tiba di Pengadilan Tipikor, Jl HR Rasuna Said, Jakarta Selatan, sekitar pukul 10.00 WIB.

Kehadiran Suswono di Pengadilan Tipikor untuk bersaksi bagi terdakwa Arya Abdi Effendy dan Juard Effendi. Selain Suswono, ada juga Luthfi Hasan Ishaaq, Ahmad Fathanah dan Maharani.

"Harapan saya, Pak Suswono beri keterangan yang diperlukan. Kami harus ingatkan, tegakkanlah hukum itu demi hukum itu sendiri, bukan agenda lain di luar hukum. Kami sangat dukung Pak Suswono datang dan bawa data yang diperlukan," kata Hidayat, Jumat (17/5).

Add a comment

Read more...