Minggu, 20 April 2014

Korupsi & HAM

13 Jam Digarap, Atut Bungkam soal Suap Hakim MK

alt

JAKARTA, PedomanNEWS - Gubernur Banten, Ratu Atut Chosiyah Chasan telah memenuhi pemeriksaan sebagai tersangka di hadapan penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi.

Usai digarap lebih dari 13 jam, ia enggan mengomentari perihal pemeriksaan kasus dugaan suap sengketa Pilkada Lebak di Mahkamah Konstitusi. Dengan wajah sedikit memelas, orang nomor wahid di provinsi Banten ini memilih masuk ke mobil tahanan yang telah menunggunya di pelataran gedung anti-rasuah. Atut yang mengenakan rompi tahanan KPK itu hanya tertunduk saat awak media mencecar pertanyaan perihal kasus yang menjeratnya itu.

"Alhamdulillah, baik," jawab singkatnya, Jakarta, Selasa (11/3) tengah malam WIB.

Add a comment

Selanjutnya...

Soal Century, KPK Himbau SBY Hormati Proses Hukum

alt

JAKARTA, PedomanNEWS - Komisi Pemberantasan Korupsi meminta semua pihak termasuk Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) untuk menghormati seluruh proses hukum penanganan perkara dugaan korupsi pemberian Fasilitas Pendanaan Jangka Pendek (FPJP) dan Penetapan Bank Century sebagai Bank Gagal Berdampak Sistemik yang sedang bergulir di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi.

Menurut juru bicara KPK, Johan Budi SP proses hukum yang dilakukan penyidik melalui beberapa tahap sesuai dengan aturan perundang-undangan yang berlaku.

"Kami (KPK) atau siapapun harus menghormati proses hukum yang sedang berjalan di Persidangan. Lanjut Johan, "Bahwa KPK telah melakukan penyelidikan dan penyidikan dan menetapkan pak BM (Budi Mulya) sebagai tersangka Sehingga kasus ini bisa dinaikan ke persidangan. Ini harus dilihat dalam domain hukum," terangnya di gedung KPK, Jakarta, Selasa (11/3).

Add a comment

Selanjutnya...

Suap Jaksa, Eks Ketua Dewan Bapilu Hanura Kembali Diperiksa KPK

alt

JAKARTA, PedomanNEWS - Komisi Pemberantasan Korupsi terus menelisik kasus dugaan suap perkara pemalsuan sertifikat tanah yang melibatkan eks Kepala Kejaksaan Negeri Praya, Lombok Tengah, NTB jaksa Subri. Kali ini penyidik kembali memanggil pemilik PT Pantai Aan, Bambang Wiratmadji Soeharto sebagai saksi dalam kasus tersebut.

"Diperiksa untuk tersangka Sb (Subri)," ujar Jubir KPK, Johan Budi SP, Jakarta, Selasa (11/3).

Saat tiba di gedung KPK, Bambang yang juga Ketua Kesatuan Organisasi Serbaguna Gotong Royong (Kosgoro)tidak banyak berkomentar mengenai pemeriksaannya.

 

Add a comment

Selanjutnya...

Mampu Hasilkan Rp43 T, Tersangka Ini yakin KPK Bakal Ringankan Tuntutan

alt

JAKARTA, PedomanNEWS - Eks Sekretaris Jenderal Departemen Luar Negeri RI, Sudjadnan Parnohadiningrat tersangka kasus dugaan korupsi pengelolaan dana penyelenggaraan kegiatan pertemuan-pertemuan/sidang internasional pada Deplu periode 2004-2005 memenuhi pemeriksaan di Komisi Pemberantasan Korupsi.

Menurutnya, pihak KPK bakal meringankan tuntutan atas dirinya dengan alasan ia mampu memberikan sumbangsi kepada negara senilai Rp43 trilyun usai menyelenggarakan pertemuan-pertemuan tersebut.

"Belum ada kasus korupsi dimana seseorang yang dituduh korupsi tadi, bersama-sama atau membantu kepala negara memperoleh 43 trilyun. Belum pernah ada," ungkap Sudjadnan saat tiba di gedung KPK, Jakarta, Selasa (11/3).

Add a comment

Selanjutnya...

Bambang Risih Dikaitkan dengan Partai Hanura

alt

JAKARTA, PedomanNEWS - Pemilik PT Pantai Aan, Bambang Wiratmadji Soeharto merasa risih jika namanya dikait-kaitkan dengan Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura). Ia bahkan mengaku telah keluar dari partai Hanura.

"Jangan sebut partai, saya sudah keluar dari situ. Saya orang yang bebas sekarang," ujar Bambang, ketika hendak pergi meninggalkan gedung KPK, Jakarta, Selasa (11/3).

Penegasan itu Bambang sampaikan terkait pertanyaan awak media soal adakah bantuan hukum kepada dirinya, usai anak buahnya, Lusita Anie Razak ditangkap penyidik usai menyuap jaksa Subri selaku Kepala Kejaksaan Negeri Praya, Lombok Tengah dalam pengurusan perkara pemalsuan sertifikat tanah. Akan tetapi, ucapan itu bukan sebagai bentuk ketidaksenangan dirinya terhadap partai besutan Jend. TNI (Purn) Wiranto.

Add a comment

Selanjutnya...

Kasus Hambalang, Deddy Kusdinar Divonis Enam Tahun Penjara dan Biaya Pengganti Rp300 Juta

alt

JAKARTA, PedomanNEWS - Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) akhirnya menjatuhkan vonis kurungan pidana kepada eks Kepala Biro Keuangan dan Rumah Tangga Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) Deddy Kusdinar.

Ia divonis enam tahun penjara selain itu Deddy harus melunasi biaya pengganti senilai Rp300 juta.

"Terdakwa (Deddy Kusdinar) secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana korupsi secara bersama-sama pada pembangunan Pusat Pelatihan dan Pendidikan Sekolah Olahraga Nasional (P3-SON) Hambalang, Bogor, Jawa Barat," ujar Ketua Majelis Hakim Amin Ismanto saat membacakan amar putusandi Pengadilan Tipikor, Jakarta, Selasa (11/3).

Add a comment

Selanjutnya...

KPK Periksa Sopir dan Pembantu Machfud untuk Anas

alt

JAKARTA, PedomanNEWS - Komisi Pemberantasan Korupsi menjadwalkan pemanggilan dua orang dekat Machfud Suroso, tersangka kasus dugaan korupsi proyek P3-SON Hambalang, Bogor, Jawa Barat.

Mereka adalah bekas sopir dan pembantu Machfud, Karso dan Fatonah sebagai saksi untuk tersangka Anas Urbaningrum dalam kasus dugaan penerimaan gratifikasi dalam proyek yang juga menjerat bos mereka saat itu.

"Diperiksa untuk tersangka AU (Anas)," ujar Jubir KPK, Johan Budi SP, Jakarta, Selasa (11/3).

Add a comment

Selanjutnya...

KPK Kembali Periksa Gubernur Atut, Terkait Suap MK

alt

JAKARTA, PedomanNEWS - Komisi Pemberantasan Korupsi terus menelisik dugaan keterlibatan Gubernur Banten, Ratu Atut Chosiyah Chasan dalam kasus dugaan sengketa pemilihan kepala daerah di Mahkamah Konstitusi. Kali ini Atut diperiksa sebagai tersangka.

"Diperiksa sebagai tersangka," ujar Jubir KPK, Johan Budi SP, Jakarta, Selasa (11/3).

Atut sendiri telah tiba di gedung KPK, namun orang nomor wahid di provinsi Banten itu enggan memberi komentar perihal pemeriksaanya kali ini. Ia lebih memilih diam, sambil masuk ke ruangan penyidik.

Add a comment

Selanjutnya...

KPK Periksa Politisi Demokrat, Media Warman Terkait Alkes Banten

alt

JAKARTA, PedomanNEWS - Komisi Pemberantasan Korupsi menjadwalkan pemeriksaan kepada anggota fraksi Demokrat DPRD Banten sebagai saksi untuk tersangka Ratu Atut Chosiyah Chasan. Ia diperiksa terkait kasus dugaan korupsi pengadaan sarana dan prasarana alat kesehatan di provinsi Banten.

"Diperiksa untuk tersangka RAC (Atut)," ujar Jubir KPK, Johan Budi SP, Jakarta, Selasa (11/3).

Selain Media, penyidik juga memeriksa sejumlah saksi asal Pegawai Negeri Sipil di wilayah kekuasaan Atut. Meraka adalah, Ahmad Rasudin (PNS DPKAD Prov Banten), Suherman (PNS Dinkes Banten/Kasubag), Ardius Prihantono (PNS biro ekonomi prov Banten), serta pihak swasta, yakni Herwindo dan Agus Setiyadi.

Add a comment

Selanjutnya...

Berita Lainnya