Selasa, 29 Juli 2014

Seniman Perangi Korupsi Lewat Puisi

alt

JAKARTA, PedomanNEWS - Sekumpulan penyair yang menamakan diri Gerakan Puisi Menolak Korupsi (GPMK) hari ini, Jumat (27/9) mendatangi gedung Komisi Pemberantasan Korupsi yang terletak di jalan Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan.

Kehadiran GMPK itu bukan untuk memenuhi pemeriksaan kasus yang ditangani penyidik anti-rasuah, melainkan dalam rangka sosialisai melawan korupsi melalui syair puisi. Menurut Koordinator GMPK Sosiawan Leak, kampanye anti-korupsi ini merupakan gerakan indipenden dan bersifat nirlaba.

 "Gerakan ini pada hekekatnya menyatu-padu dengan semua kekuatan yang beritikad mengawal proses perjalanan masyarakat membangun kehidupan bangsa dan negara yang berkeadilan dan lebih martabat," ujar Iwan di KPK, Jakarta, Jumat (27/9).

Menurut Iwan, gerakan ini bermula dari gagasan penyair Semarang, Heru Mugiarso, yang kini ide awal tersebut telah dibukukan dalam beberapa jilid. "Antologi Puisi Menolak Korupsi jilid I, yang melibatkan 85 penyair dan jilid 2a, melibatkan 99 penyair dan jilid 2b, melibatkan 98 penyair," terangnya.

Selain itu, lanjutnya kampanye anti-karupsi ini akan terus diselenggarakan disejumlah tempat di Indonesia. "Sejak Mei 2013, gerakan ini juga melakukan kampanye anti-korupsi bertajuk Road Show Puisi Korupsi ke berbagai wilayah di Indonesia dalam wujud pembacaan puisi, pentas seni, seminar, diskusi, orasi dan lain-lain," pungkas Iwan.

Untuk diketahui, saat pementasan puisi di KPK dihadiri semua pimpinan KPK, yaitu ketua Abraham Samad, serta empat wakil ketua, Bambang Widjojanto, Adnan Pandupraja, Zulkarnain, dan Busyro Muqodas. Selain itu hadir pula Juru Bicara KPK Johan Budi.

Yoseph Dionisius

Berita Lainnya